Nik Nuesken Nik Nuesken
GAME

Only One Tower: Game Tower Defence Simple yang Memikat di Android

Industri game mobile kembali kehadiran sebuah judul menarik yang menawarkan kesederhanaan namun memiliki daya pikat tinggi. Dalam seri "Ahead of the Game" pekan ini, jurnalis Pocket Gamer Catherine Dellosa menyoroti sebuah proyek game mobile terbaru yang bertajuk Only One Tower. Meski belum dirilis secara resmi dan masih dalam tahap pengembangan, game ini sudah dapat dimainkan oleh para pengguna Android melalui platform Google Play Store.

Berdasarkan pantauan redaksi, Only One Tower mengusung formula yang mirip dengan elemen roguelike dan card battler, di mana aspek gameplay-nya selalu berhasil memicu rasa penasaran pemain untuk terus mencobanya berulang kali. Sifatnya yang praktis dan mudah dimainkan kapan saja membuat game ini sangat ideal untuk mengisi waktu luang di perangkat genggam, terutama bagi mereka yang menyukai tantangan strategi yang ringkas.

Sesuai dengan judul yang diusungnya, pemain hanya akan dibekali dengan satu menara utama untuk bertahan hidup. Menurut laporan Catherine Dellosa, menara tersebut ditempatkan di tengah-tengah konflik berbasis jeli, di mana pemain harus bertahan dari serbuan gelombang musuh berlendir yang datang tanpa henti dari segala arah. Setiap kali berhasil membasmi musuh, pemain akan mendapatkan koin yang berfungsi sebagai mata uang penting di dalam game.

Koin yang terkumpul dapat digunakan untuk meningkatkan berbagai aspek pertahanan, mulai dari kecepatan serangan hingga regenerasi darah menara. Dari pengamatan tim redaksi, siklus permainan ini berputar pada kemampuan pemain dalam mengelola hasil peningkatan tersebut agar bisa bertahan lebih lama dari gempuran musuh yang kian kuat di setiap gelombangnya.

Meskipun mekanisme inti dari game ini sempat menuai beberapa kritik karena dianggap tidak membawa revolusi besar pada genre tower defence, daya tarik utamanya dinilai tetap solid. "Siklus inti permainan ini sudah sangat memikat, sehingga game ini tidak perlu mendesain ulang roda yang sudah ada," ungkap Dellosa dalam ulasannya. Pendekatan yang sederhana dan berskala kecil ini justru menjadi poin plus bagi pemain yang mencari hiburan instan berdurasi beberapa menit saat bepergian.

Hal menarik lainnya dari Only One Tower adalah penerapan sistem pertempuran yang berjalan secara otomatis. Pemain tidak perlu menggerakkan karakter atau mengarahkan serangan, melainkan cukup fokus pada penentuan strategi peningkatan atribut menara. Pertarungan akan terus berlangsung secara otomatis hingga menara tersebut hancur oleh musuh.

Hingga saat ini, Only One Tower masih berada dalam fase Early Access di Google Play Store dan aktif mengumpulkan masukan dari komunitas pemain. Melalui pantauan redaksi di ruang diskusi online, pengembang game ini berkomitmen untuk memanfaatkan umpan balik tersebut guna melakukan perbaikan di berbagai lini. Meskipun masih banyak ruang untuk peningkatan mutu, game ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilihan utama pencinta genre strategi saat peluncuran resminya nanti.

CONNECTED TAGS
only_one_tower tower_defence game_mobile android_game google_play_store early_access ahead_of_the_game pocket_gamer
Tim Redaksi Nik Nuesken
Gamer & Jurnalis Senior
Tim di balik Nik Nuesken adalah kumpulan gamer hardcore yang kehabisan alasan untuk tidak menulis. Kami menghabiskan waktu di rank Mythic, mengejar achievement, dan memburu kode redeem — agar kamu tidak perlu repot. Kami menulis dari bilik warnet, kamar kos, dan sela-sela waktu loading game. Dari ML hingga HOK, dari Genshin hingga WuWa — kami jamin informasi yang kami bagikan sudah teruji.
TW LN ML