Review Pokémon Champions: Sulit bagi Pemula, Terlalu Dangkal Bagi Veteran
Setelah sempat memicu perbincangan saat meluncur di Nintendo Switch awal tahun ini karena dinilai membawa perpaduan ide yang membingungkan, Pokémon Champions kini resmi merambah pasar mobile. Mengingat premis utamanya yang hanya berfokus pada pertempuran, game ini seharusnya menjadi proyek yang sederhana. Namun, setelah menghabiskan waktu mencobanya langsung, kebingungan para pemain terbukti beralasan karena game ini tampak berusaha memuaskan semua orang tetapi berakhir mengecewakan kedua belah pihak.
Bagi para pemain baru yang hanya menikmati seri utama Pokémon secara kasual, seluk-beluk pertarungan kompetitif dalam game ini akan terasa seperti dinding pembatas yang tebal. Berbeda dengan kampanye biasa di mana pemain bisa menang mudah hanya dengan menaikkan level Pokémon favorit secara berlebihan, mode kompetitif menuntut pemahaman mendalam tentang distribusi EV dan IV serta hafalan ensiklopedis mengenai efektivitas tipe dan kemampuan karakter.
Menurut pantauan redaksi, kelemahan ini diperparah oleh sistem tutorial yang sangat minim dan kurang mendalam. Sebagai contoh, dalam sesi efek status, tutorial hanya menjelaskan efek "Burn" tanpa menyentuh mekanisme penting lainnya seperti "Paralysis", "Sleep", atau "Poison". Begitu pula pada bagian cuaca yang hanya mengulas efek hujan secara sekilas, sehingga tidak memberikan pengetahuan baru yang berarti bagi pemain yang ingin serius mendalami skena kompetitif.
Dari segi pengumpulan karakter, pemain yang bukan merupakan pemain veteran dengan koleksi lengkap akan sangat dirugikan karena harus bergantung pada sistem gacha. Berdasarkan mekanisme game, pemain mendapatkan satu kesempatan gratis setiap hari, sementara sisanya harus dibeli menggunakan mata uang dalam game. Keuntungan besar justru dimiliki oleh pengguna fitur Pokémon Home, karena mereka dapat mentransfer seluruh koleksi Pokémon yang sudah mereka miliki sebelumnya ke dalam game tanpa biaya tambahan.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Pokémon Champions sebenarnya memberikan sedikit kemudahan dalam aspek pengaturan build karakter. Pemain dapat menentukan jurus, distribusi statistik, dan kemampuan yang diinginkan secara langsung dengan membayar VP. Sayangnya, game tidak menyediakan panduan strategi mengenai kombinasi terbaik untuk Pokémon tertentu seperti Chandelure atau Sylveon, sehingga memaksa pemain untuk mencari panduan mandiri melalui internet.
Di sisi lain, para pemain veteran juga diprediksi tidak akan bertahan lama karena keterbatasan konten yang ada saat ini. Jumlah daftar karakter yang tersedia masih di bawah 200 Pokémon dan mayoritas hanya mencakup bentuk evolusi penuh. Ketiadaan banyak Pokémon ikonik serta absennya item populer seperti "Assault Vest" membuat variasi strategi dalam meta permainan menjadi sangat terbatas dan membuat game ini terasa seperti proyek "early access" yang belum selesai.
Secara keseluruhan, jika melihat kualitas visual dan animasi pertempuran berbasis giliran (turn-based), Pokémon Champions tetap memiliki daya tarik tersendiri yang menghibur. Namun, tantangan terbesar bagi pengembang adalah bagaimana menjembatani jurang pemisah ini agar pemain baru tidak cepat menyerah karena kompleksitas mekanik, sementara pemain lama tidak merasa bosan dengan meta permainan yang monoton.
YOU MIGHT ALSO LIKE
Skeletor: Until Next Time, Game Runner Kocak Berbasis Meme Twitter